ActionScript adalah bahasa pemrograman yang
dibuat berdasarkan ECMAScript yang digunakan dalam pengembangan situs web dan
perangkat lunak menggunakan platform Adobe Flash Player. ActionScript juga
dipakai pada beberapa aplikasi basis data, seperti Alpha Five. Bahasa ini
awalnya dikembangkan oleh Macromedia, tapi kini sudah dimiliki dan dilanjutkan
perkembangannya oleh Adobe, yang membeli Macromedia pada tahun 2005.
Action Script terbaru saat ini adalah Action
Script 3.0. Action Script 3.0 adalah bahasa terbaru dari edisi yang sebelumnya
dikenal dengan Action Script 2.0. Action Script 3.0 memiliki beberapa kelebihan
dibanding pendahulunya, antara lain fitur yang ditawarkan adalah file pada
Action Script 3.0 dapat dibuat terpisah saat runtime. http://id.wikipedia.org/wiki/ActionScript
Di indonesia ActionScript ini menjadi
populer karena banyaknya developer berbasis Flash yang tentu saja menggunakan
ActionScript untuk keperluan koding. Di Facebook juga terdapat grup ACTIONSCRIPT
Indonesia yang masih
aktif hingga sekarang. Grup ini memiliki 1000 lebih anggota. http://www.codepolitan.com/10-bahasa-pemrograman-populer-di-indonesia/
Flash menyediakan sebuah bahasa
scripting yang ampuh dan telah teruji dapat untuk menghasilkan
aplikasi-aplikasi dari yang sederhana sampai dengan aplikasi yang rumit
sekalipun. Bahasa scripting dalam flash disebut ActionScript, dengan ActionScript kita dapat mempermudah
pembangunan suatu aplikasi atau sebuah animasi yang memakan banyak frame dan
dengan menggunakan ActionScript, animasi pun
dapat kita kontrol dengan ActionScript sehingga
hanya mengunakan beberapa frame saja bahkan cuma satu frame juga bisa.
Anda jangan
heran jika Anda melihat pembuatan suatu animasi cuma
dengan menggunakan satu frame atau dua frame saja, karena itu pembuatannya
dapat dikontrol dengan melalui ActionScript. Kita dapat
mengontrol gerakan dari objek dengan menggunakan scripting rotasi pada ActionScript misalnya.
ActionScript juga
dapat digunakan dalam pembuatan game di Flash, dengan keampuhan-nya, ActionScript mampu
membuat game dari yang sederhana sampai yang rumit sekalipun. Flash yang
ditunjang dengan ActionScript-nya juga mampu untuk
membangun suatu aplikasi-aplikasi dari yang sederhana sampai yang rumit.
ActionScript adalah bahasa skripting di
Flash 5. Anda dapat menggunakan ActionScript untuk mengontrol objek di Flash,
membuat navigasi dan elemen interaktif lain, serta membuat movie Flash dan
aplikasi Web yang interaktif. ActionScript, dengan sintaks yang sedikit
berbeda, sebetulnya telah hadir sejak Flash 4. Namun baru di versi 5-lah nuansa
pengembangan dan pemrograman dengan ActionScript terasa lebih kental.
Apabila Anda sebelumnya sudah akrab
dengan Javascript, maka Anda tidak akan kesulitan menguasai ActionScript,
karena ada banyak kesamaan antara keduanya. Keduanya, misalnya, berbasis even.
Di Javascript Anda memanggil fungsi atau kode skrip di atribut onClick, onLoad, unUnload, dsb, di ActionScript pun kode
terpantik jika terjadi sebuah even yang ditentukan, seperti tombol mouse
ditekan/dilepas, kursor masuk ke daerah tertentu, dsb. Sebenarnya memang
sintaks ActionScript dibuat mengikuti Javascript, dan pada dasarnya
ActionScript masih lebih sederhana daripada Javascript. Fitur Javascript
seperti eksepsi (try … catchdan throw)
atau pernyataan switch belum ada. eval-nya
juga terbatas. ActionScript pun belum mendukung set karakter Unicode.
Barangkali di masa depan ActionScript akan terus berevolusi hingga menjadi
secanggih Javascript, Java, atau bahasa-bahasa lainnya.
Meskipun Anda belum pernah mengenal
Javascript, melalui seri tutorial ini penulis pikir Anda akan belajar bahasa
skripting Flash tersebut dengan mudah. Anggaplah Anda sedang belajar bahasa
asing, sehingga perlu mengetahui struktur bahasa, tata bahasa, cara menggunakan
kata kerja dan kata benda, dsb. Flash jauh lebih mudah dipelajari daripada
Java, dan karena sifatnya interpreted, maka Anda tidak perlu melakukan siklus
kompilasi. Begitu selesai menulis, bisa langsung mencoba kode. Pada bagian
pertama seri tutorial ini akan dibahas mengenai konsep-konsep dasar
ActionScript.
Seperti halnya dalam menggunakan
bahasa alamiah, kita perlu menempatkan kata benda, kata sifat, dan kata kerja
dalam susunan yang dimengerti orang lain. Di sini kita menyusun objek, properti
dan metode sampai membentuk statement, atau pernyataan, yang
dimengerti Flash. Flash 5 menggunakan struktur bahasa sintaks dot,
yang menggantikan sintaks slash pada versi terdahulu. Dot atau
titik digunakan untuk menunjukkan properti atau metode yang terkait dengan
objek. Contoh:
· Ballerina.berat
= 50
· Flintstone.berat
= 65
Pernyataan
di atas menetapkan nilai 50 untuk properti berat dari Ballerina,
dan nilai 65 untuk berat dari Flintstone.
Ballerina.pakaian.warna = putih.
Anda dapat
menggunakan Action Panel pada mode expert atau mode normal. Mode expert, yang
baru muncul di Flash 5, ditujukan bagi mereka yang sudah terbiasa dengan bahasa
pemrograman. Menggunakan mode expert sama dengan Anda menuliskan program
melalui editor teks seperti Notepad. Sementara pada mode normal Anda diberikan
pilihan-pilihan elemen lewat interface menu dan daftar toolbox.
Pada mode
normal, Anda dapat menuliskan action dengan berbagai cara, yaitu:
·
Tekan tombol + untuk
membuka menu pulldown berisi kategori action. Pilih action yang sesuai dalam
menu tersebut.
·
Klik kategori action di daftar Toolbox, kemudian dobel
klik pada action yang dipilih.
·
Drag and drop action yang ada di daftar Toolbox ke
daftar Action.
Dalam mode
normal, action dibagi dalam berbagai kategori, yaitu:
1.
Basic Actions. Kategori ini menampung action
sederhana yang sering sekali digunakan untuk movie Flash, seperti navigasi dan
perilaku tombol.
2. Actions. Kategori ini
meliputi Basic Actions ditambah dengan banyak action lain yang lebih kompleks.
3. Operators. Kategori ini
berisi simbol yang digunakan misalnya untuk operasi logika dan matematika,
seperti tambah, kurang, kali, dll.
4. Functions. Function
berisi action yang dapat menerima data tertentu untuk kemudian menghasilkan
informasi yang dapat kita gunakan.
5. Properties. Kategori
Properties berisi properti objek yang dapat dimodifikasi. Sebagian besar
properti ini digunakan untuk objek klip movie.
6. Objects. Flash
memiliki kelas objek yang sudah didefinisikan (predefined class). Kelas-kelas
ini berada dalam kategori Objects di ActionScript.
http://www.master.web.id/mwmag/issue/01/content/tutorial-actionscript-1/tutorial-actionscript-1.html
SEJARAH
ACTIONSCRIPT
ActionScript
1.0 dirilis pertama kali pada Flash 5 yang merupakan pengembangan dari Action
di Flash 4, dan masih digunakan hingga Flash Mx atau Flash 6.
Kemudian
muncul ActionScript 2.0 yang dirilis pada Flash MX 2004 atau Flash 7, Flash 8,
sampai Flash CS3 atau Flash 9. Sebagai generasi penerus ActionScript 1.0 dengan
kelebihannya yang mempunyai kemampuan compile time checking, strict-typing pada
variable, class-based syntax (yang sebelumnya adalah prototype base).
ActionScript
3.0 digunakan pada Flash CS3 atau Flash 9, Flex 2, Flex 3. ActionScript versi
3.0 ini berupa sebuah restrukturisasi fundamental dari model pemrograman
sebelumnya. Penggunaannya yang luas terutama dalam pengembangan Rich Internet
Application atau sering disebut RIA, dengan hadirnya Flex yang menawarkan hal
serupa seperti AJAX, JavaFX, dan Microsoft Silverlight. https://gapra.wordpress.com/pemrograman/actionscript/
Versi
sebelumnya dari ActionScript menawarkan kekuatan dan fleksibilitas yang
diperlukan untuk membuat media online yang menarik. Kemajuan
bahasa actionScript 3.0 sekarang, memberikan kinerja yang luar biasa dan
kemudahan pengembangan untuk memfasilitasi aplikasi yang sangat kompleks,
dataset besar, dan berorientasi obyek, basis kode dapat digunakan kembali. Dengan
ActionScript 3.0, pengembang dapat mencapai produktivitas yang sangat baik dan
kinerja dengan konten dan aplikasi yang menargetkan Flash Player.
ActionScript
3.0 didasarkan pada ECMAScript, bahasa pemrograman standar internasional untuk
scripting. ActionScript 3.0 ini kompatibel dengan Bahasa Spesifikasi
ECMAScript, Edisi Ketiga (ECMA-262). Hal ini juga berisi fungsi didasarkan pada
pekerjaan yang sedang berlangsung pada ECMAScript Edition 4, terjadi di dalam
badan standar ECMA.
ActionScript
dijalankan oleh ActionScript Virtual Machine (AVM) dibangun ke dalam Flash
Player. AVM1, mesin virtual yang digunakan untuk mengeksekusi kode warisan
ActionScript, kekuatan Flash Player hari ini dan memungkinkan berbagai media
interaktif dan aplikasi pengayaan Internet.
Namun,
pengembang telah mulai mendorong AVM1 untuk batas-batasnya, persyaratan proyek
mereka sekarang menuntut sebuah terobosan besar. ActionScript 3.0
memperkenalkan baru yang sangat dioptimalkan ActionScript Virtual Machine,
AVM2, yang secara dramatis melebihi kinerja mungkin dengan AVM1. Akibatnya,
ActionScript 3.0 kode mengeksekusi hingga 10 kali lebih cepat dari warisan kode
ActionScript.
Mesin baru
AVM2 virtual tersedia di Flash Player 9, dan akan menjadi mesin virtual utama
untuk ActionScript eksekusi maju. Semakin tua AVM1 akan terus didukung oleh
Flash Player untuk kompatibilitas mundur dengan konten yang ada dan warisan.
Ada berbagai
produk yang menghasilkan konten dan aplikasi ditargetkan pada pemain Flash
runtime. Seringkali produk ini menggabungkan dukungan untuk ActionScript untuk
menambahkan interaktivitas dan perilaku untuk output mereka. Dalam keluarga
produk Adobe, desainer profesional dan pengembang mungkin menggunakan
ActionScript dalam beberapa alat dan server-seperti Flash, Flex, dan Flash Media
Server-untuk membuat konten dan aplikasi untuk Flash Player. The Flex keluarga
produk, termasuk baru berbasis Eclipse Flex Builder 2 IDE, akan menjadi lini
produk pertama untuk mengakses kemampuan baru ActionScript 3.0.
SYNTAX ACTIONSCRIPT
Dalam
ActionScript 2.0, tidak terdapat kelas, dan juga, barang pustaka (MovieClip)
yang boleh dikaitkan dengan kelas. Kelas bisanya ditulis dalam Flash IDE
sebagaiActionScript Files luaran;
bagaimanapun, ia boleh dicipta menggunakan penyunting
teks, asalkan file terhasil disimpan dengan nama fail sambungan .as. Kelas merupakan tambahan
kepada bahasa ActionScript yang boleh ditulis sendiri oleh pengaturcara,
sungguhpun terdapat banyak kelad bina dalam seperti kelas MovieClip, yang boleh digunakan
bagi melakar vector pada skrin secara dinamik. Fail kelas boleh digunakan bagi
menjadikan pengaturcaraan mudah, dan fail kelas dapat dipindahkan antara banyak
projek sekiranya diperlukan http://ms.wikipedia.org/wiki/ActionScript
Jenis ActionScript dalam flash dibagi menjadi 3
berdasarkan letak Script
1. ActionScript pada frame
ActionScript
pada frame adalah Actionscript yang diletakan pada frame, atau juga sering
disebut FrameScript. FrameScript ini hanya bisa dilakukan pada keyframe atau
blankkeyframe.untuk melihat frame yang telah diberikan script terdapat tanda
berupahurup'a' kecil yang menandakan keberadaan sebuah Script.
2. ActionScript pada
MovieClip
ActionScript
yang diletakan pada MovieClip sering disebut MovieScript. yang harus diingat
adalah untuk membuat movieScript tentunya harus ada MovieClip tempat kita
meletakan ActionScript tersebut. MovieClip memiliki bahasa (syntax) sebagai
berikut.
onClipEvent
(event) { perintah }
Arti syntax
movieScript diatas adalah :
·
Kata 'onClipEvent' menunjukan bahwa perintah
ini ditujukan untuk MovieCliptempat diletakannya Script.
·
kata 'event' menunjukan event yang terjadi
pada movieClip tersebut.sebenarnya Event di MovieClip ada 9 diantaranya :load,
enterFrame, unload, Mouse up, Mouse Down,Key down, Key up, dan data.Namun
diantara semua itu yang sering digunakan yaitu load dan enter Frame.
·
Kata 'perintah' menunjukan perintah yang
dapat diberikan pada MovieClip.
3. ActionScript
pada Button
Hal yang
perlu diingat yaitu ActionScript pada button tentunya harus ada Button tempat
meletakanActionScript tersebut.Secara umum syntax yang digunakan dalam
penulisan ActionScript pada Button hampir sama dengan penulisan
MovieScript.Perhatikan syntax berikut ini ;
on (event)
perintah}
Arti syntax
movieScript diatas adalah :
·
Kata 'on' menunjukan bahwa perintah ini
ditujukan untuk MovieClip tempat diletakannya scriptdan ini merupakan syarat
utama untuk Script yang digunakan pada Button.
·
Kata 'event' menunjukan event yang terjadi
pada Button tersebut. ada 7 event yang terdapat pada buttonyaitu press,
release, rollOver, rollOut, dragOver, dragOut, dan keypress. Meski demikian
hanya dua event yang sering digunakan yaitu press dan release.
KEGUNAAN
Apa sih gunanya ActionScript? ActionsScirpt mempunyai
banyak kegunaan, untuk contohnya ActionScript bisa dipakai untuk:
Ø Membuat Web
Interaktif
Ø Membuat CD
interaktif
Ø Membuat
presentasi yang bagus
Ø Membuat Game
interaktif
Ø Membuat Game
Online
Ø Membuat
Simulasi dan animasi dalam pembelajaran
Ø ActionScript
juga bisa berkomunikasi dengan bahasa pemrograman lain seperti PHP dan
ColdFusion
Ø dan masih
banyak juga yang lainnya..Object dan Frame ActionsStruktur dasar dari sebuah
aksi adalah: saatSesuatuTerjadi(input) { lakukanAksi }
Object,
yaitu kumpulan dari properties, atribut yang mendeskripsikan objek dan
fungsi adalah kumpulan script yang mengerjakan operasi untuk tujuan tertentu.
Terdapat
beberapa jenis fungsi yang dapat digunakan dalam membangun suatu aplikasi menggunakan
ActionScript 3.0, yaitu:
1. Built-in
functions
2. Named dan
user-defined functions
3. Anonymous functions
4. Callback functions
5. Constructor functions
6. Function literal
Penggunaan Action Script
1.
Animation
Animasi yang sederhana memang tidak membutuhkan ActionScript. Namun untuk
animasi yang kompleks, ActionScript akan sangat membantu. Sebagai contoh,
animasi bola yang memantul di tanah yang mengikuti hukum fisika akan
membutuhkan ratusan frame. Namun dengan menggunakan ActionScript, animasi
tersebut dapat dibuat hanya dalam satu frame.
2.
Navigasi
Pergerakan animasi pada Flash secara default bergerak ke
depan dari satu frame keframe lainnya hingga
selesai. Namun dengan ActionScript, jalannya animasi dapat dikontrol untuk
berhenti di suatu frame dan berpindah ke sembarang frame sesuai
dengan pilihan dari user.
3.
User Input
ActionScript dapat digunakan untuk menerima suatu masukan dari user yang
kemudian informasi tersebut dikirimkan kepada server untuk
diolah. Dengan kemampuan ini, ActionScript dapat digunakan untuk membangun
suatu aplikasi web berbasis Flash.
4.
Memperoleh Data
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ActionScript dapat melakukan
interaksi denganserver. Dengan demikian kita dapat meng-update informasi
lalu menampilkannya kepadauser.
5.
Kalkulasi
ActionScript dapat melakukan kalkulasi, misalnya seperti yang diterapkan
pada aplikasishoping chart.
6.
Grafik
ActionScript dapat mengubah ukuran sebuah grafik, sudut rotasi, warna movie
clip dalammovie, serta dapat menduplikasi dan menghapus suatu
item dari screen.
7.
Mengenali Environment
ActionScript dapat mengambil nilai waktu
dari sistem yang digunakan oleh user.
8.
Memutar Musik
Selain animasi yang berupaka gerakan, pada program Flash juga dapat
diinputkan sebuah musik sehingga animasi yang dihasilkan menjadi lebih menarik.
Pada hal ini, ActionScript dapat digunakan untuk mengontrol balance dan volume dari
musik tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar